leonews.co.id
Berita Pilihan

1.000 Jamban, Sumbangan Iriana Jokowi

SERANG (leonews.co.id) – Sebanyak 1.000 jamban,  sumbangan Ibunegara Iriana Joko Widodo (Jokowi), diterima warga Ibukota Provinsi Banten, secara simbolis, Senin (24-2-2020). Penyerahan diberikan kepada masyarakat Lingkungan Kenari RT 01, RW05, Kelurahan Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang sebanyak 500 jamban.

Sedangkan sisanya sebanyak 500 jamban diberikan kepada  masyarakat kecamatan lain, namun masih dalam wilayah Kota Serang. Sumbangan ini, sebagai upaya pemerintah Pusat untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

“Bantuan sengaja diberikan langsung kepada masing-masing warga agar dibangun di rumahnya yang tidak memiliki jamban pribadi. Maksudnya agar dapat dirawat dengan baik,” kata istri presiden tersebut.

Irianan juga menyampaikan ucapan terimakasih, kepada semuanya yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan pembuatan jamban tersebut. “Saya titip tolong untuk menjaga kebersihan, jamban perlu sekali,” tutur Iriana, seraya juga menyampaikan terima kasih atas bantuan dan partisipasi Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM).

Kehadiran Iriana saat itu, didampingi istri Wakil Presiden Wury Estu Handayani, serta sejumlah istri pejabat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Serang.

Sementara Kepala Kecamatan Kasemen,  Golib Mutolib   mengakui, bahwa warganya banyak yang tidak memiliki jamban di rumahnya masing-masing. Dengan demikian warga banyak yang buang air besar (BAB) sembarangan di mana-mana.

“Kalo istilah orang kampong dolbon, atau BAB di kebon. Dolbon tersebut sudah dilakukan oleh masyarakat sejak lama, sekitar30 tahun,” katanya.

Menurut Golib, sebenarnya pemerintah sudah pernah membuatkan tempat Mandi Cuci dan Kakus (MCK), namun rusak karena tak terawat. Kesadaran untuk merawatnya sangat kurang,” tuturnya.

Diperoleh catatan, di Kecamatan Cipocok Jaya, dari 89.114 jiwa penduduknya, sebanyak 3.000 jiwa diantaranya, masih terbiasa BAB sembarangan. Hal ini dibenarkan oleh Camat Cipocok Jaya Ritadi B Muhsinun. Untuk diketahui, Kecamatan Cipocok Jaya merupakan kediaman Walikota Serang Syafrudin.

Wali Kota Serang Syafrudin mengakui, bahwa rata-rata warganya di hampir semua kelurahan melakukan BAB secara sembarangan (tidak menggunakan WC-Red). “Merata lah, kecuali Kelurahan Cipocok, kayaknya (dominan) di Gelam, Dalung, Banjaragung,” katanya seusai kunjungan kerja di Kecamatan Cipocok Jaya, seperti dilansir oleh Fajar Banten.

Menurut mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang ini, pihaknya sudah menganggarkan pembuatan MCK tahun 2020 melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP). Pembangunan juga bisa menggunakan dana kelurahan yang akan diterima pihak kelurahan.

Seperti yang diakui oleh Walikota Serang Syafrudin, tentang kebiasaan warga BAB sembarangan tersebut, memang harus dan perlu ada intervensi dari pemerintah melalui Walikota,  hingga pengurus di tingkat Rukun Tetangga (RT) secara merata. Hal itu disampaikan pemerhati lingkungan Darmawan hadiguna, saat dihubungi Gerbang Banten di Kota Tangerang, kemarin.

“Intervensi tentu tidak sekedar BAB sembarangan, tapi juga tentang buang sampah sembarangan. Ajakan dan lomba bersih lingkungan di tingkat kelurahan, merupakan cara lain yang juga cukup efektif dilakukan,” tutur Darmawan mengakhiri bincang-bincang dengan Gerbang Banten. (Red 01)

 

Related posts