leonews.co.id
Berita Pilihan

Empat Tewas Satu Luka Diterkam Harimau Sumatra

SUMATRA (leonews.co.id) – Sedikitnya empat orang tewas dan satu lainnya mengalami luka robek, akibat diterkam harimau di kawasan hutan Sumtra Selatan selama tiga pekan terakhir. Hutan buas ini diduga keluar dari sarangnya dan memasuki areal perkebunan bahkan perkampungan penduduk untuk mencari makan.

Dikutip dari Sumselupdate.com info terbaru, serangan hewan buas ini dialami oleh Mustadi (55) warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim, wilayah Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (12/12/2019). Saat ditemukan oleh warga dibantu aparat kepolisian anggota TNI setempat, tubuh korban dalam keadaan sudah tercabik-cabik bahkan sudah tak utuh lagi karena dimakan harimau.

“Evakuasi korban dari hutan menuju kampung dilakukan oleh ratusan warga, polisi dan TNI,” kata Selpis, Kades Kota Agung, Lahat, kepada Sumselupdete.com, Jumat (13/12/2019). Dijelaskan, peristiwa itu terjadi di wilayah Hutan Seribu Kebun Pedamaran, berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan dari Desa Kota Agung, Kabupaten Lahat.

Mustadi merupakan tenaga upahan menggiling kopi milik Irian warga setempat. Peristiwa terjadi saat korban sedang memikat burung di hutan lindung usai melakukan tugasnya sebagai pekerja kebun kopi.

korban terkaman harimau saat akan dievakuasi. (Foto sumselupdate.com)

Catatan sumselupdate.com menyebutkan, sebelumnya sudah  ada empat warga diterkam harimau Sumatera. Mereka masing-masing Yudiansyah Haryanto (40), warga Dusun Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam. Korban  ditemukan aparat dan masyarakat pada 5 Desember 2019 dalam kondisi isi perut sudah tidak ada lagi, paha dan kaki korban sudah kelihatan tulang, kepala korban sudah dalam kondisi rusak sehingga sulit dikenali wajahnya.

Korban berikut diterkam harimau Sumtra dialami  Irfan (22), warga Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Irfan ditemukan di sekitar pemukiman warga yang tinggal di kawasan kebun teh Gunung Dempo Kota Pagaralam, Jumat (15/11/2019), sekitar pukul 20.30 WIB.

Dua hari kemudian 17 November 2019, harimau juga memangsa Kuswanto (28), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Kuswanto meninggal dunia aibat lehernya diterkam harimau  saat merumput di kebun kopi.

Beberapa hari kemudian terkaman harimau ganas juga memangsa Marta Rulani (24) bin Alfian, warga Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09 00. Korban diterkam harimau di bagian paha sebelah kanan dengan luka gigitan dan cakaran, namun lolos dari maut, karena berhasil melarikan diri.

Peristiwa menggegerkan warga Kota Pagaralam ini terjadi, Serangan hewan buas ini saat korban sedang menyiangi rumput di kebun kopi.

Sumselupdate.com menyebutkan, teror hewan buas yang dilindungi negara ini membuat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, melakukan siaga ekstra. (Red 01)

Related posts