leonews.co.id
artikel untuk leo

Reni, Terseret Ombak Pantai Anyer

Ilustrasi (Foto merdeka.com)

BANTEN (leonews.co.id) – Reni murid sekolah dasar negeri (SDN) Cibonteng, kelas enam itu adalah salah satu dari anggota rombongan warga Kampung Kalak Rt 03/01, Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Walantaka Kota Serang-Banten. Gadis kecil 12 tahun itu, terseret ombak di Pantai Anyer, Kamis 20 Agustus 2020.

Anggota rombongan yang berangkat bersama gadis berkulit hitam itu, sedang merayakan kegembiraan usai merayakan HUT proklamasi tiga hari sebelumnya. Rombongan ini, berangkat menggunakan tiga mobil bak terbuka menempuh jarak sekira 17 kilometer dari lokasi rumah menuju lokasi pantai.

Di lokasi pantai, sebagian besar dari rombongan hanya duduk-duduk di gubuk di pinggir pantai. Sedangkan Reni, berniat mandi ke laut.
Hasratnya untuk berenang begitu kuat. Padahal mamangnya (Om-Red) Ruhijat sudah melarang.

“Ehh… kamu jangan berenang. Bahaya,” kata Ruhijat kepada Reni. Entah apa yang merasukinya kala itu. Tiba-tiba gadis yang biasa penurut tersebut, menjawab larangan itu dengan ketus “Bodo amat,” Reni menjawab.

Gadis kecil yang berkali-kali mendapat prestasi ranking satu di sekolahnya itu, juga membentak saudara sepupunya Vitza, karena ikut-ikutanan melarangnya berenang. “Mana ada sih, laut menelan orang,” jawab Reni lagi, seperti yang ditirukan Vitza.

Dengan melangkah seperti bergegas, Reni meninggalkan rombongan termasuk teman-teman seusianya yang berada di pinggir pantai. Dia, langsung menuju laut.

Beberapa saat kemudian Reni tak terlihat lagi. Tak ada yang tau secara persis, sudah berapa lama Reni, terseret ombak dan timbul- tengelam saat itu. Semuanya menggleng saat ditanya.

“Eh itu…sepertinya orang,” kata Ibu Titing salah seorang anggota rombogan, yang berada di daratan sambil menunjuk ke arah tengah laut dalam dialeg sunda.

Semua mata mulai tertuju ke tengah laut. Dari daratan terlihat ada dua pasang tangan yang sesekali muncul, lalu tenggelam lagi dan terus menjauh dari bibir pantai.

Itu Reni, kata kata anggota rombongan yang lain. Seluruh badan dan kepalanya tenggelam, namun tangannya sesekali muncul di permukaan air seperti minta tolong.

Benar saja. Ada dua orang yang bernasib sama dengan Reni, namun bukan satu rombongan.

Seluruh anggota rombongan mulai panic. Reni tengelam timbul dan terus menjauh dari bibir pantai.

Tiba-tiba tanpa dikomando, ada dua laki-laki langsung terjun ke laut. Salah satu dari mereka bernama Eep, anggota rombongan.
Sementara yang satunya lagi entah siapa. Karena anggota rombongan tak mengenalnya.

Dua laki-laki ini, berhasil menangkap dua gadis yang mulai lemas itu dan membawanya ke pinggir pantai. Seluruh badan Reni termasuk perempuan lain yang bernasib sama, mulai membiru.

Di daratan, anggota rombongan memberikan pertolongan dengan cara lain. Kakinya diangkat. Sedagkan kepalanya menghadap kebawah.

Cara itu, dimaksudkan agar air laut yang masuk dalam perut dapat terbuang keluar. Benar saja, Reni perlahan mulai segar dan ngobrol lagi dalam perjalanan menuju rumah. Alhamdulillah Reni lolos dari maut. (Wisnu Bangun)

Related posts